Rabu, 2 Mei 2012

Erti Sebuah Cinta

CINTA,  KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN,
     KEGEMBIRAAN ..!!!

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda
 antaranya CINTA, KEKAYAAN,KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan
sebagainya. Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling
melengkapi. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil
itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan
pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak
mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencuba mencari
pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA. Tak lama CINTA
melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.

"KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!" teriak CINTA. Lalu apa jawab
KEKAYAAN, "Aduh! Maaf,CINTA!" kata KEKAYAAN. "Perahuku telah penuh
dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini
tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu KEKAYAAN
cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA tenggelam.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan
perahunya. "KEGEMBIRAAN! Tolong aku!", teriak CINTA. Namun apa yang
terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu
sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi membasahi CINTA
sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah
KECANTIKAN.

"KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!", teriak CINTA.

Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan kotor.
Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.
" sahut KECANTIKAN.CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis
terisak-isak. Apa kesalahanku, mengapa semua orang melupakan aku.. :.(
                                                                           
Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA memelas,

"Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu",
kata CINTA. Lalu apa kata KESEDIHAN,
"Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja... ",

kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa..
            
Merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus
berharap kalau dirinya dapat diselamatlkan. Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, oh
tuhan tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA?                   


                                                                           
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara,
"CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!" CINTA menoleh ke arah suara itu
dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih panjang sedang
mengayuh perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat
sebelum air menenggelamkannya.

Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan ia segera
berlalu pergi. Pada saat itu barulah CINTA tersedar, bahwa ia sama sekali
tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu.
CINTA  segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu,
siapa sebenarnya orang tua itu...??

"Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata orang itu.
Lalu CINTA bertanya "Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku..?

Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan
menolongku", tanya CINTA heran. "Sebab", kata orang itu,

"Kerana hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA itu.....

Membaca cerita ni buat kesekian kalinya membuatkan aku tersenyum sendiri,
bagitu jauh WAKTU meninggalkan aku bersama sebuah Memory... :)